Senin, 01 Mei 2023

Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan Jaringan Komputer - Dulu, internet hanya digunakan oleh militer dan universitas untuk tujuan penelitian dan pengembangan. Namun, seiring waktu, semua jaringan tergabung menjadi satu dan membentuk internet, sehingga memungkinkan orang awam mengirimkan data pribadi seperti informasi bank, nama pengguna, kata sandi, dokumen pribadi, detail belanja online, atau dokumen rahasia.

Namun, hal ini membuka celah bagi para pelaku kejahatan untuk mencuri informasi sensitif yang dikirim melalui internet. Ada beberapa jenis ancaman keamanan yang bisa terjadi saat data melintasi jaringan internet. Ancaman-ancaman ini bisa disengaja, seperti ketika penyerang sengaja memicu serangan, atau bisa juga tidak disengaja, seperti ketika terjadi kesalahan dalam proses pengiriman data.

Keamanan Jaringan Komputer
Keamanan Jaringan Komputer

Ancaman Keamanan di Internet

Berikut adalah beberapa jenis ancaman keamanan yang sering terjadi di internet:

Gangguan

Ancaman gangguan menyerang ketersediaan sumber daya. Contohnya adalah ketika pengguna tidak dapat mengakses server atau server diambil alih oleh orang yang tidak berwenang.

Pelanggaran privasi

Ancaman ini terjadi ketika privasi pengguna dikompromikan. Sebagai contoh, seseorang yang bukan pemilik akun mengakses atau menyadap data yang dikirim atau diterima oleh pengguna yang sah.

Integritas

Ancaman ini melibatkan perubahan atau modifikasi data yang dikirimkan. Penyerang menyadap dan menerima data yang dikirim oleh pengirim dan kemudian memodifikasinya atau membuat data palsu dan mengirimkannya ke penerima.

Keaslian

Ancaman ini terjadi ketika penyerang atau pelaku kejahatan menyamar sebagai orang asli untuk mengakses sumber daya atau berkomunikasi dengan pengguna asli.

Namun, ada beberapa cara untuk meningkatkan keamanan data di internet. Salah satu cara yang paling umum digunakan adalah kriptografi. Kriptografi adalah teknik untuk mengenkripsi data sehingga sulit dipahami dan diinterpretasikan oleh orang yang tidak berwenang.

Ada beberapa jenis algoritma kriptografi yang dapat digunakan, seperti kunci rahasia, kunci publik, dan pesan hash. Meskipun tidak ada cara untuk memberikan keamanan 100% di internet, dengan menggunakan teknik-teknik yang tepat, kita bisa mengurangi risiko terkena ancaman keamanan dan melindungi data pribadi kita.

Cara Keamanan Jaringan Komputer

Untuk menjaga keamanan data, ada beberapa teknik enkripsi yang dapat digunakan, salah satunya adalah enkripsi kunci rahasia (secret key encryption). Dalam teknik ini, pengirim dan penerima memiliki kunci rahasia yang sama. Kunci rahasia ini digunakan untuk mengenkripsi data di sisi pengirim. Setelah data dienkripsi, data tersebut dikirimkan melalui jaringan publik ke penerima. Karena penerima mengetahui dan memiliki kunci rahasia yang sama dengan pengirim, paket data terenkripsi dapat dengan mudah didekripsi.

Contoh dari teknik enkripsi kunci rahasia adalah Data Encryption Standard (DES). Namun, teknik ini memiliki kekurangan yaitu setiap host pada jaringan harus memiliki kunci yang berbeda, sehingga sulit untuk dikelola.

Teknik enkripsi lainnya adalah enkripsi kunci publik (public key encryption). Pada teknik ini, setiap pengguna memiliki kunci rahasia yang tidak terbagi di domain publik. Selain kunci rahasia, setiap pengguna juga memiliki kunci publik yang dapat diakses oleh semua orang. Kunci publik ini digunakan oleh pengirim untuk mengenkripsi data, kemudian penerima dapat dengan mudah mendekripsi data tersebut dengan menggunakan kunci rahasianya sendiri.

Contoh dari teknik enkripsi kunci publik adalah Rivest-Shamir-Adleman (RSA).

Selain teknik enkripsi, ada juga teknik lain untuk menjaga keamanan data, yaitu dengan menggunakan message digest. Dalam teknik ini, data yang dikirimkan tidak langsung dikirimkan, melainkan dihitung terlebih dahulu nilai hash-nya kemudian dikirimkan. Penerima akan menghitung nilai hash dari data yang diterima dan membandingkannya dengan nilai hash yang dikirimkan. Jika kedua nilai hash tersebut sama, maka data tersebut diterima dan dianggap sah, jika tidak, maka data tersebut ditolak.

Contoh dari teknik message digest adalah MD5 hashing. Teknik ini sering digunakan dalam proses otentikasi di mana kata sandi pengguna diperiksa dengan yang tersimpan di server.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada teknik enkripsi yang dapat memberikan 100% keamanan data, namun dengan menggunakan teknik enkripsi dan teknik lainnya, kita dapat menjaga keamanan data ketika data tersebut dikirimkan melalui jaringan internet yang tidak aman.

Related : Keamanan Jaringan Komputer

0 komentar:

Posting Komentar